Sabtu, 07 Desember 2019

pikiran yang terkikis

Dalam segelumit kehidupan ini tak lepas dari adanya pikiran dan tindakan, serta tujuan. Ada satu hal yang sangat disayangkan bagi kaum muda milenial , dengan terkikisnya budaya literasi yang sedikit demi sedikit tergeserkan pada dunia modern yaitu berubahnya pola cinta akan membaca dan menulis buku beralih pada kegiatan yang membuat malas dan asyik pada gadget sehari-hari, dunia kini makin asyik dengan adanya perkembangan teknologi. Namun disisi lain ada juga sisi negatifnya, terkikisnya daya kritis Dan wawasan yang luas sehingga membentuk pola pikir apatis karena tidak tau apa yang akan ia kerjakan yang difikirkan hanyalah dirinya sendiri bagaimana, untuk apa, dan apalah, sok bijaklah, dan sebagainya, sangat di sayangkan sekali jikalau pikiran ini hanya didiamkan saja, saya pernah merenung dan mensimulasikan apa yg terjadi pada diri saya antara 1 tahun yang lalu dengan yang saya rasakan dulu, ada banyak sekali perbedaan mulai dari mengingat dan beretorika antar sesama teman, jadi dapat disimpulkan yang mempengaruhi daya ingatan kita dan kepekaan kita dan ketajaman kita dalam berfikir adalah dengan semakin banyak literatur dan budaya diskusi kita, dan ada satu hal lagi yang perlu digaris bawahi yaitu LINGKUNGAN berkumpul dengan siapa kita sekarang dan seberapa banyak kita melakukan baca buku dan menulis, intinya faktor motivasi eksternal kita yang mendorong untuk melakukan tindakan membaca buku, motivasi terdiri dari 2 yaitu internal dan eksternal, internal yang artinya daya dorong dan kemauan yang ada dalam diri kita sendiri jika sudah tidak punya gairah semangat lagi maka harus diselingi dengan motivasi yang berasal dari eksternal agar selalu bertindak dan berinovasi untuk tidak terjadi stagnan yang mendalam, sekian terimakasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar